Bagi Sahabat Fenny yang suka membuat makanan dan minuman apakah sudah tahu macam cream sebagai hidangan penutup dan campuran masakan? Whipped Cream, Butter Cream, dan Heavy Cream merupakan bahan untuk menghiasi dekorasi kue.

Ketiganya memiliki tujuan yang sama yaitu untuk menghias kue, namun memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Apakah Sahabat Fenny sudah mengetahui perbedaan ketiga bahan tersebut? Bagi Sahabat Fenny yang belum paham, yuk kita bahas dalam artikel di bawah ini: 

  1. Whipped Cream

Whipped cream merupakan cream yang terbuat dari cream kental dan kadar lemak susunya tinggi sampai 35% sehingga jika dikocok akan memiliki tekstur yang lembut dan ringan . Whipped Cream dikemas dalam kemasan karton tetra rex, menyerupai kemasan susu UHT. 

Untuk bahan bakunya sendiri terdiri dari berbagai macam sumber dan jenis yaitu dari sumber hewani seperti susu sapi dan ada juga yang dari lemak tumbuhan atau nabati. Sangat cocok digunakan campuran kue hidangan penutup. Ada 2 jenis dari Whipped Cream yaitu Dairy yang cenderung tawar, sehingga perlu ditambahkan gula halus/ dicampur bahan lain agar rasanya lebih manis, dan untuk jenis Non Dairy mempunyai citarasa manis, tidak perlu ada tambahan gula saat menggunakannya supaya tidak terlalu manis.

Untuk fungsinya sebagai penghias kue, namun tidak bisa terlalu dibuat mendetail karena memiliki tekstur yang ringan dan cenderung tidak kokoh. Kue yang ada campuran whippednya harus disimpan di dalam chiller menjaga keawetan  supaya tidak meleleh dan juga awet sampai 2 atau 3 hari. 

2. Butter Cream

Butter Cream merupakan bahan penghias kue yang terbuat dari lemak jenis butter/ mentega, shortening dan margarin. Yang ditambah gula  yang berwujud halus, kental maupun cair, susu bubuk/ susu kental manis, gula cair. Teksturnya sendiri yaitu lebih padat, terasa creamy, dan menghasilkan cream yang kokoh jika dibandingkan whipped cream.

Ada berbagai varian resep dalam pembuatan Butter cream sendiri. Komposisi lemak dan bahan tambahan dapat mempengaruhi tekstur dari butter cream yang dibuat. Jika sedikit bahan campuran yang digunakan akan mempengaruhi dari tekstur butter cream yang akan menjadi padat, dan dapat ditambahkan pewarna dan perasa agar tampilannya semakin menarik.

Disarankan sebagai bahan penghias kue yang memerlukan detail seperti pada kue event (birthday, wedding cake). Cara penyimpanannya sendiri dapat diletakkan pada suhu ruang dan mampu bertahan sampai 3 hari, jika disimpan di dalam chiller akan bertahan sampai 1 minggu. 

3. Heavy Cream 

Bahan jenis ini menyerupai Whipping Cream namun memiliki kandungan lemak dengan persentase yang berbeda. Heavy Cream sendiri memiliki kandungan lemak sampai 38%.

Heavy cream memiliki tekstur yang lebih kental dan padat jika dibandingkan whipping cream, sehingga sangat tepat jika dipakai sebagai hiasan pada bagian atas kue. Jika dipanaskan Heavy Cream tidak akan menggumpal. Selain itu dapat digunakan untuk mengentalkan saus dan membuat makanan penutup.

  1. Sour Cream

Sour cream diperoleh dari namanya “Sour” yakni produk susu yang melalui proses fermentasi cream dengan jenis asam laktat. Sour Cream merupakan Cream yang terpasteurisasi dan memiliki tekstur yang asam kental yang dipengaruhi oleh bermacam bakteri seperti Streptococcus diacetilactis, Streptococcus lactis, Streptococcus cremoris, Leuconostoc citrovorum, dan juga Leuconostoc dextranicum

Apabila telah mengental dan juga terfermentasi, dapat dipasteurisasi agar proses fermentasinya berhenti. Rasa Sour Cream asam dan teksturnya mengental karena adanya kultur bakteri yang dimasukkan secara alami maupun sengaja. Cream asam merupakan cream encer yang telah melalui proses fermentasi, menghasilkan rasa masam dan gurih. Penggunaannya dapat dijadikan saus. 

  1. Chantilly Cream

Chantilly Cream merupakan  whipped cream atau krim yang telah dikocok dan juga telah diberikan campuran gula serta beberapa aroma tertentu sesuai hidangan. Sahabat Fenny dapat membuatnya sendiri. Digunakan  sebagai penghias cake maupun puding. Bahan dan peralatan yang digunakan dapat di dinginkan dalam freezer atau lemari es guna membuat cream cepat mengeras. 

Caranya yakni dapat mendinginkan peralatan seperti mangkuk, mixer serta cream dalam kulkas maupun freezer. Dalam baskom isi air dan juga es batu, letakkan mangkuk yang telah didinginkan. Tambahkan krim kocok atau juga 125 krim kental. Kemudian, kocok menggunakan mixer kecepatan sedang sampai teksturnya lumayan mengental, tambahkan 1 sdt Rum, 1 sdm gula kastor dan ataupun orange liqueur sesuai selera. Kocok sampai mengental. Cream sudah jadi dan siap digunakan

Caranya yakni dapat mendinginkan peralatan seperti mangkuk, mixer serta cream dalam kulkas maupun freezer. Persiapkan baskom yang berisikan air dan juga es batu, kemudian taruh mangkuk yang sudah didinginkan di dalam baskom, kemudian tambahkan 125 ml krim kental ataupun krim kocok. Kemudian, kocok menggunakan mixer kecepatan sedang sampai teksturnya lumayan mengental, tambahkan 1 sdt Rum, 1 sdm gula kastor dan ataupun orange liqueur sesuai selera. Kocok sampai mengental. Cream sudah jadi dan siap digunakan.

Bagaimana Sahabat Fenny sudah pahamkah mengenai perbedaan dari jenis cream diatas? Memiliki fungsi yang sama dapat digunakan dalam menghias kue namun memiliki karakteristik yang berbeda. Tinggal sesuaikan dengan kebutuhan Sahabat Fenny ya!

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *