Sahabat Fenny pasti tahu kan mengenai fungsi garam? Pastinya untuk mengasinkan makanan tentunya. Banyak dari Sahabat Fenny yang menemukan berbagai jenis garam yang beredar dan dijual. Tapi apakah Sahabat Fenny paham mengenai perbedaan garam-garam yang ada? Beda jenis garam, beda juga manfaatnya. Buat Sahabat Fenny yang masih belum paham yuk baca artikel di bawah ini: 

1. Garam meja (Iodized Salt)

Garam meja atau umum disebut garam beryodium, memiliki kandungan yang lebih dari garam laut. Teksturnya sangat halus, jauh lebih halus dan rasanya tidak terlalu asin. Garam meja melalui proses penggilingan berat yang membuang sebagian besar mineral dan kotoran yang dikandungnya. Dapat digunakan pada tambahan makanan. Kandungan Garam Meja yaitu (sekitar 97 persen atau lebih tinggi). 

Di beberapa negara, ada beberapa garam meja yang mengandung yodium tambahan. Selain itu, dapat digunakan sebagai alternatif kesehatan untuk mengatasi kekurangan yodium. Kekurangan yodium mengakibatkan hormon sulit untuk membantu tumbuh dan berkembang seperti hipotiroidisme atau yang biasa disebut gondok (kekurangan hormon tiroid) atau disabilitas intelektual.

2. Garam Krosok (Coarse Salt)

Garam Krosok yang biasa disebut sebagai garam asli adalah garam mentah yang belum diproses, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih besar, cenderung berair kasar dan berbentuk seperti kerikil. Garam Krosok adalah awal mula Garam meja, yang belum diproses. Sebagai contoh: kita diamkan garam krosok di atas kertas, maka permukaannya 

akan menjadi basah karena mengandung air/ H2O yang cukupi (Biasa nya di atas 10%). Umumnya digunakan sebagai pengawetan ikan, memproduksi ikan asin, atau sebagai campuran pakan ternak. Garam krosok dapat dijadikan sebagai bahan masakan, jika garam krosok dipecah. 

  1. Garam Laut (Sea Salt)

Garam ini dipanen di laut tentunya, dan memiliki bentuk serpihan kristal dan bersisik. Dibentuk melalui proses evaporasi (penguapan) air laut. Setiap laut memiliki kandungan mineral yang berbeda, tergantung dari asal laut itu sendiri. Garam laut mengandung mineral seperti potasium, zat besi, dan seng. 

Semakin gelap warna yang dimiliki, konsentrasi mineral atau polutannya semakin tinggi. Pilihlah kandungan garam laut yang mengandung yodium. Sekali diberikan, garam akan tersebar rata dan tidak meninggalkan rasa asin yang berlebihan.

4. Garam Himalaya (Himalayan Pink Salt)

Garam Himalayan Pink ditambang di kaki bukit Himalaya. Uniknya garam ini ditemukan dalam berbagai warna merah muda karena adanya kandungan iron oxide (zat besi), kalsium, kalium dan magnesium di dalamnya. Biasanya garam jenis ini tidak beryodium.  Dibandingkan dengan garam meja biasa, kandungan natrium garam ini termasuk rendah. 

Garam Himalaya memiliki kandungan sekitar 36,8 persen natrium.Garam ini mengandung sedikit zat besi, kalsium, potasium dan magnesium. 

5. Garam Kosher (Kosher Salt)

Garam ini memiliki kristal kasar seperti serpihan yang halus serta mudah dicubit. Garam kosher sangat terkenal di Amerika Utara, berasal dari laut bumi sangat mirip dengan garam meja karena terbuat dari Klorida. Biasanya dipakai untuk proses ‘koshering salt‘. Banyak para profesional makanan yang menggunakan garam kosher karena salinitas rendah yang membuat masakan menjadi tidak keasinan.

Bentuknya pun menyerupai butiran besar dan kasar membuatnya sehingga mudah diambil menggunakan jari. Biasanya dibuat tanpa bahan aditif, tanpa mengandung yodium yang berguna untuk memasak, marinasi dan topping popcorn.

Bagaimana Sahabat Fenny sudah paham kan tentang perbedaan jenis-jenis Garam yang ada? Yuk sesuaikan garam dengan makanan pilihanmu. Selamat bereksperimen Sobat Fenny!

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *