Butter atau yang kita kenal sebagai mentega merupakan bahan baku yang dikenal sebagai pembuatan kue. Kata butter ini berasal dari bahasa Portugis, “manteiga”. Butter atau mentega, berasal dari produk hewani memiliki karakteristik yang tetap padat saat proses pendinginan tetapi akan meleleh pada suhu ruangan.

Butter sendiri memiliki kandungan lemak kurang lebih 80% yang dapat menciptakan rasa gurih, dapat melembutkan, mengembangkan kue serta menurunkan efek gluten pada tepung. Butter atau mentega dapat digunakan sebagai pelengkap untuk bahan baku, lapisan, tambahan unsur lemak pada olahan roti dan masakan, maupun menjadi pengganti minyak untuk menggoreng atau menumis masakan. Dalam pembuatan kue yang biasa kita gunakan yaitu Mentega tawar (Unsalted Butter) dan Mentega Asin (Salted Butter).

Cara dan tips membedakan jenis Butter lainnya yakni dengan berbagai kriteria yakni proses pembuatan dan juga bahan kandungannya.

Agar lebih jelas mengenai pemahaman berbagai macam dan jenis butter serta fungsinya dapat dilihat sebagai berikut: 

  1. Unsalted Butter

Unsalted Butter dapat digunakan untuk membuat olahan makanan yang tidak terlalu asin namun mendapatkan kandungan lemak dari mentega. Bahan baku pembuatannya yaitu susu atau krim dengan kandungan 80% lemak susu. Dapat digunakan sebagai bahan untuk membuat makanan pendamping ASI bayi dan balita, digunakan sebagai olesan untuk memanggang kue atau saus berbahan dasar mentega. 

Memiliki masa kadaluarsa yang pendek daripada salted butter.

  1. Salted Butter

Salted Butter memiliki cita rasa yang asin dan gurih karena mengandung garam di dalamnya. Komposisi salted butter sama dengan unsalted butter. Di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis Salted Butter yaitu butter kaleng yang tidak diwajibkan disimpan dalam kulkas dan butter dalam bentuk bar atau stick yang dibungkus kertas aluminium, wajib disimpan di dalam kulkas. 

Di Indonesia sendiri terdapat 2 jenis Salted Butter yaitu butter kaleng yang tidak diwajibkan disimpan dalam kulkas dan butter dalam bentuk bar atau stick yang dibungkus kertas aluminium, wajib disimpan di dalam kulkas. 

  1. Cultured Butter

European Style butter sering digolongkan sebagai Cultured butter. Butter ini memiliki rasanya yang khas dan sedikit tajam. Cultured butter dibuat dengan menambahkan sejenis bakteri fermentasi ke dalam cream susu yang telah dipasteurisasi (bakteri seperti yang ada pada yogurt) sebelum diproses pengadukannya untuk menjadi mentega, dan akan menghasilkan rasa yang khas. Memiliki kandungan lemak yang tinggi dan cocok dijadikan bahan pembuat kue atau olesan roti. 

5. Whipped Butter

Jenis mentega ini mengandung gas nitrogen akibat proses pembuatannya yang dikocok secara ringan dalam suhu yang rendah. 

Proses tersebut mengakibatkan Whipped Butter memiliki kepadatan yang lebih ringan jika dibandingkan daripada mentega lainnya. Jenis ini digunakan sebagai bahan olesan roti dibandingkan bahan dasar pembuatan

  1. Clarified Butter

Clarified butter adalah butter yang dipanaskan dengan menggunakan suhu yang rendah sehingga kandungan air dalam butter mengalami evaporasi dan akhirnya yang tersisa adalah lemak mentega padat.

Salah satu contoh Clarified Butter versi India adalah Ghee, memiliki titik didih yang lebih tinggi daripada mentega lainnya sehingga sangat tepat digunakan untuk menumis atau menggoreng makanan. Dapat disimpan hingga tahan lama disimpan karena memiliki sedikit kandungan air. Adapun certified organic yang bisa dikategorikan ke organic butter dengan penjelasan di bawah ini:

Clarified butter merupakan mentega melalui proses, yaitu padatan susunya dibuang dan memiliki kandungan air. Untuk membuktikannya ambil beberapa potong mentega, lelehkan mentega di dalam panci dengan api kecil. Busa yang muncul adalah tanda air menguap.

Akan terlihat lemak kuning dan padatan susu yang jika ingin menghilangkannya. Bagian atas yang berupa padatan susunya dapat diambil dan dibuang, kemudian tuang juga saring lemak kuning yaitu clarified butter pada wadah lain.

Mentega ini mempunyai kegunaan yang lebih luas pada berbagai makanan karena produk ini lebih tahan lama, lebih tahan panas, dan lebih stabil dari mentega biasa. Produk ini dapat digunakan layaknya seperti minyak goreng biasa, yang memiliki rasa yang tetap seperti mentega. 

  1. Organic Butter

Organic Butter merupakan mentega merupakan susu sapi organik yang dipelihara tanpa penggunaan antibiotik, tanpa hormon pertumbuhan, untuk pakannya menggunakan rumput organik tanpa pestisida, sehingga susu yang dihasilkan pun bersifat organik.

Selain itu, mentega berkalori rendah yang dapat dikonsumsi yaitu Light Butter. kandungan air dalam butter sebesar 25% yang mempengaruhi kandungan kalorinya sebesar 50%, sehingga lebih sedikit daripada mentega lainnya. Sangat tepat digunakan sebagai bahan olesan roti, waffle dan muffin. Tapi tidak cocok digunakan sebagai bahan untuk menggoreng ataupun menumis karena sifatnya yang cepat meleleh dan menguap.

Demikian mengenai aneka butter yang ada di pasaran. Jadi pada umumnya ada 2 jenis butter yang dapat digunakan yaitu (Unsalted Butter & Salted Butter) dan (Butter Kaleng dan Butter Bar). Semoga artikel ini dapat memudahkan Sobat Fenny yang ingin belajar baking ya!

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *