Halo Baking Lovers, sudah tidak asing kan mendengar dengan rolling pin? Ya, rolling pin adalah alat dapur yang berfungsi untuk menipiskan adonan dan multifungsi lainnya yaitu untuk bisa menggiling adonan kue, mie, roti, cookies, roti,maupun pizza. Ada berapakah jenis rolling pin yang ada, apakah sesama rolling pin ada mempunyai fungsi yang sama? Supaya tidak penasaran, yuk simak ulasannya sebagai berikut: 

Apa itu Rolling Pin? 

Rolling pin merupakan alat yang berfungsi untuk menipiskan adonan roti, kue, pizza, cookies maupun mie. Selain itu memiliki fungsi untuk penggulung adonan ataupun penghias adonan. Kelemahannya yaitu tidak dapat digunakan untuk bahan adonan yang bertekstur lengket, sehingga pada umumnya digunakan tebung sebagai alas/pelicin adonan agar tidak terlalu lengket saat menipiskan atau menggulungnya. Ada beberapa jenis rolling pin yang berfungsi menggiling kue kering atau kue yang memiliki tinggi yang sama. Jenis rolling pin ini mempunyai cincin pembatas tinggi adonan pada bagian pinggirnya. Jika membeli yang tanpa cincin, bisa digantikan fungsinya dengan penggaris cookies.

Jenis-jenis Rolling Pin

Adapun beberapa jenis material yang dipakai dalam pembuatan Rolling Pin sebagai berikut:

1. Rolling Pin Kayu

Rolling pin jenis ini terbuat dari kayu pinus dengan ukuran yang beragam. Jika semakin besar ukurannya, akan semakin berat rolling pinnya. Kelebihan dari rolling pin jenis ini yaitu memiliki bobot yang paling ringan diantara rolling pin stainless steel ataupun rolling pin marmer. Bahan yang terbuat dari kayu memiliki aroma yang khas. Kekurangannya yaitu adonan akan mudah menempel pada permukaan rolling pin dan juga membuat bentuk adonan menjadi tidak bagus jika bahan adonannya mudah lengket.

Sehingga saat melakukan proses penggilingannya permukaannya diberi tepung dengan tujuan agar adonan tidak lengket pada rolling pin kayu. Selain itu kelemahannya jika tidak dicuci air dengan bersih, rolling pin akan rentan menjamur. Sehingga setelah pencuciannya harus dikeringkan dengan baik menggunakan kain lap bersih dan diangin-anginkan terlebih dahulu supaya dipastikan kering menyeluruh baru dapat disimpan dalam laci atau tempat tertutup supaya tidak menjamur.

2. Rolling Pin Marmer

Rolling pin ini sangat tepat digunakan untuk menggiling adonan fondant, kue kering, maupun adonan lainnya yang memiliki bahan dasar butter/ mentega dengan suhu yang sangat panas. Keunggulannya yaitu rolling pin ini memiliki suhu yang stabil sehingga tidak akan mengubah suhu pada adonan, karena bahan ini tidak memiliki daya penghantar panas yang baik. 

Kelemahannya yaitu Rolling pin ini sangat berat, sehingga menyebabkan penggilingan adonan lebih mulus, dan harganya cenderung mahal. 

3. Rolling Pin Stainless Stells 

Kelebihan Rolling pin jenis ini yaitu sangat tepat digunakan untuk penggilingan adonan pastry karena permukaannya yang stabil, tidak seberat rolling pin marmer, sangat mudah dibersihkan, tahan lama, serta tidak berbau. Cara perawatannya yakni jika terdapat lemak ataupun kotoran membandel lainnya harus dapat dibersihkan terlebih dahulu, kemudian dapat dikeringkan sebelum disimpan. 

4. Rolling Pin Dekorasi

Sesuai dengan namanya, fungsi dari rolling pin jenis ini yaitu menipiskan adonan kue dan sebagai penghias kue. Terbuat dari bahan seperti acrylic, plastik silikon, ataupun bahan kayu. Ada banyak polanya seperti kupu-kupu maupun jenis bunga. Sangat tepat diaplikasikan dari bahan yang terbuat dari fondant/ marzipan sebagai bahan pembuat dekorasi kue.

Beragam jenis Rolling Pin yang tersedia memudahkan Sobat Fenny dalam pengaplikasian pembuatan bahan makanan yang diinginkan. Sesuaikan dengan budget, jenis dan bahannya ya Sobat Fenny agar makanan yang disajikan hadir secara maksimal!

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *