Sobat Fenny sudah tidak asing dengan susu bukan? Dari masih bayi pun kita sudah mengkonsumsi susu untuk pemenuhan gizi pertumbuhan dan perkembangan.

Susu sendiri sebenarnya adalah bahan makanan bukan minuman. Susu mengandung TSS sebesar 13% TSS (Total Soluble Solid) sebesar 13%. TSS mengandung karbohidrat, mineral, protein, lemak, dan vitamin. Susu adalah minuman yang mengandung zat gizi yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Susu ada yang berasal dari hewan atau tumbuhan. Jenis berbeda kandungannya pun tentu juga berbeda. Yuk simak penjelasan jenis-jenis susu di bawah ini:

  1. Susu Segar (Fresh Milk)

Susu jenis ini dihasilkan oleh hewan ternak perahan yang hasilnya tidak tercampur dengan kolostrum.

Susu segar tidak memiliki kandungan tambahan seperti air, antibiotik, bahan tambahan pangan, belum mengalami perubahan bau, warna, serta kekentalan.

Susu segar adalah susu yang paling nikmat rasanya karena asam lemaknya belum rusak karena tidak mengalami proses pengawetan. Susu segar yang dikonsumsi langsung sebaiknya dipanaskan (susu tidak perlu didihkan supaya emulsi tidak pecah). Rasanya segar jika baru diperah.

  1. Susu Skim 

Susu skim merupakan susu segar yang sebagian ataupun seluruhnya diambil kandungan krimnya. Kandungan zat gizi yang dimiliki sama seperti susu segar, kecuali lemak dan vitamin yang dapat larut dalam lemak. 

  1. Susu Krim (full cream) 

Susu ini merupakan susu segar yang memiliki kandungan lemak yang lebih banyak. Saat susu didiamkan atau dilakukan pemisahan, susu krim akan muncul ke permukaan.

  1. Susu Pasteurisasi

Susu segar yang melalui proses pemanasan hingga 72 derajat Celcius dalam kurun waktu 15 detik, yang bertujuan untuk membunuh organisme yang merugikan seperti virus, bakteri maupun protozoa. 

Pasteurisasi hanya mampu menghambat pertumbuhan spora tetapi tidak dapat mematikan sporanya sepenuhnya, terutama spora yang tahan terhadap suhu tinggi (bersifat termoresistente). Susu jenis ini harus disimpan dalam lemari pendingin bersuhu sekitar 5-6 derajat Celcius, yang hanya tahan selama 2 minggu. Bila disimpan dalam suhu ruangan dapat bertahan selama 16 jam.

  1. Susu Homogenisasi

Susu ini merupakan susu pasteurisasi yang kemudian diolah melalui proses melalui tekanan yang tinggi, sehingga menghasilkan butiran lemak yang halus. Apabila susu disimpan lemak tidak lagi mengapung pada permukaannya. Disarankan untuk disimpan di lemari pendingin agar lebih awet. Rasanya lebih gurih dan memiliki percikan lemak pada susu yang menyebar secara merata. 

6. Susu Bubuk

Susu yang memiliki tekstur bubuk atau serbuk,  memiliki kadar air yang sangat minim hanya sekitar 9 persen. Digunakan sebagai pengganti susu cair dalam pembuatan kue. Cara spray dryer digunakan untuk membuat susu bubuk supaya menghilangkan sebagian air dan 

lemak tetapi masih memiliki kandungan vitamin laktosa, protein, mineral yang larut lemak, dan vitamin yang larut air (B12).Penyimpanan nya yang praktis dan harga ekonomis dan memiliki daya tahan yang lebih tinggi.

  1. Susu UHT (Ultra High Temperature)

Susu yang melalui proses sterilisasi menggunakan suhu (135-145 derajat Celcius) dengan waktu 2-5 detik. Tujuannya yaitu membunuh seluruh mikroorganisme (baik bakteri pembusuk maupun patogen) dan spora. 

Waktu pemanasannya yang singkat bermaksud untuk mencegah kerusakan nilai gizi pada susu, serta untuk mendapatkan rasa dan tekstur yang tak berubah sehingga menyerupai susu segar. Memiliki daya tahan selama kurang lebih 10 bulan, tidak diharuskan masuk lemari pendingin, kecuali sudah dibuka.

Bagaimana Sobat Fenny sudah jelas kan mengenai perbedaan Susu yang telah dijelaskan di atas? Yuk rajin untuk minum susu untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan Sobat Fenny.

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *