Cake emulsifier dibutuhkan sebagai pengemulsi, stabilisator adonan atau penyatu bahan-bahan kue seperti cairan dan lemak, sehingga dapat membantu aerasi (Terjadinya proses pemasukan udara pada saat pengocokan telur pada pembuatan cake), membuat adonan kue semakin lembut, berpori halus serta meningkatkan stabilitas dari adonan kita. Dapat digunakan juga sebagai pengembang kue, walaupun hasilnya tidak sekuat baking powder. 

Memiliki fungsi yang serupa, yakni sebagai pelembut kue. Hanya saja memiliki perbedaan pada kualitasnya. Ada tiga nama cake emulsifier yang terkenal dan bisa ditemukan di CV. Fenny, yaitu TBM, ovalet, dan SP. 

Apa sih perbedaan cake emulsifier di atas, yuk simak ulasannya!

  1. TBM 

Faktanya, TBM dan Ovalet sendiri memiliki kegunaan dan komposisi yang hampir sama. Penggunaannya dapat digunakan sebagai pengganti Ovalet. Komposisi TBM sendiri lebih kompleks dibandingkan ovalet, dan TBM umumnya digunakan pada saat Sobat Fenny menambahkan tepung ke dalam adonan mentega dan gula yang sudah dikocok hingga mengembang dengan telur. 

Fungsi TBM untuk adonan di atas yaitu untuk memperbaiki tekstur adonan supaya tidak pecah. Untuk penggunaannya sendiri sekitar 1 sdt untuk 5 butir telur. Penambahan TBM dapat dimasukkan setelah adonan dikocok. 

2. Ovalet 

Ovalet mempunyai keunikan dengan kandungan mono dan digliserida yang bercampur dengan asam lemak dari hewani atau tumbuhan. Sebelum membeli dapat memeriksanya sertifikat halal terlebih dahulu. 

Bagi Sahabat Fenny yang muslim sebaiknya bisa diperiksa terlebih dahulu  apakah ovalet yang dibeli berisi sertifikat halal atau tidak.

 

Ovalet berfungsi untuk membantu untuk menstabilkan adonan yang tercampur secara homogen sehingga adonan tidak mudah turun pada saat dikocok. Kue yang dihasilkan dari penggunaan ovalet yakni teksturnya lembut, basah dan menyerupai kue lapis. 

3. SP

SP dapat digunakan sebagai penambah untuk adonan dengan telur yang dikocok hingga mengembang dan kaku. Kandungannya sama seperti ovalet, yaitu dengan menggunakan produk hewani. Adanya kandungan kimia berupa gula ester (ryoto ester) seperti stearat, palmitic dan oleic. 

SP berfungsi untuk menyatukan adonan agar tidak mudah turun dan dapat menyatu dengan baik. seperti pembuatan kue dengan tekstur yang kering seperti bolu dan cake. SP dapat digunakan untuk adonan yang telah dicampur dengan air.

Bagaimana Sahabat Fenny sudah jelaskah mengenai perbedaan ketiga cake emulsifier di atas? Komposisi penggunaannya pun relatif sama, yakni dengan menggunakan satu sendok teh untuk lima butir telur. Cake Emulsi mana yang kalian butuhkan? 

Kamus Baking Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *